3Agustus 2022. in Sport. Tim Lamba Leda Selatan lolos ke semifinal Bupati Cup VI Manggarai Timur setelah mengalahkan Sambi Rampas. (Foto: Ist) Dampek, Vox NTT- Partai 8 besar Turnamen Bupati Cup VI Manggarai Timur yang berlangsung di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara mulai bergulir lagi setelah sempat diistirahatkan sehari.
LaporanReporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo. POS-KUPANG.COM, BORONG - Turnamen Sepak Bola Liga Pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2022 resmi bergulir.. Kegiatan pembukaan Turnamen Sepak Bola Liga Pelajar ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Sere, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Senin 6 Juni 2022.
Lokasipantai berada tak jauh dari Kota Dampek, Ibukota Kecamatan Lambaleda Timur. Jumat, (29/7/2022), oleh Yuvens Keor dan Guru Petuk berwisata di pantai ini yang masih tersembunyi di pesisir utara dari Kabupaten Manggarai Timur ini. Baca juga: Berburu Matahari Terbit di Pesisir Selatan Manggarai Timur NTT
Ariasandykepada sebanyak 427 personel BKO dari Brimob, Ditsamapta, Ditpamobvit, Ditreskrimum, Ditintelkam Polda NTT serta Polres Manggarai Timur, Ngada dan Manggarai telah dikembalikan ke satuan masing-masing hari ini, Jumat (5/8). "Labuan bajo aman terkendali, aktivitas wisatawan berjalan normal.
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. No Result View All Result No Result View All Result No Result View All Result Dinas Nakertrans Provinsi NTT Sebut Tindakan Perekrut Calon AKAD Asal Matim Termasuk Indikasi TPPO Usai memeriksa berkas perusahaan dan calon AKAD Dinas Nakertrans menyebut jika praktik perekrut lapangan calon AKAD asal Matim termasuk dalam... Selengkapnya Batal Jadi Tenaga Kerja, Empat Gadis Asal Manggarai Timur Harus Ganti Rugi 24 Juta Sebelumnya, empat gadis ini direkrut oleh Erny perekrut AKAD PT Setia Prestasi Amandari di Manggarai Timur untuk menjadi ART di... Selengkapnya Gubernur NTT Didesak Segera Pecat Ferdi Tahu dari Kepala SMKN Wae Ri’i Ia menegaskan, orang yang sudah terbukti bersalah secara hukum tidak layak menjadi kepala sekolah. Selengkapnya SBY Sebut KPU dan Parpol akan Alami Krisis Terkait perubahan sistem pemilu, menurut SBY, ada tiga pertanyaan besar yang menjadi perhatian publik, mayoritas parpol, dan pemerhati pemilu. Selengkapnya Fraksi PAN Nilai Victory-Jos Gagal Capai Target Visi Misi Selain itu, memasuki akhir masa jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Fraksi PAN DPRD NTT mendesak pemerintah untuk segera... Selengkapnya Bupati SBD Disomasi, Warga Blokir Jalan Tuntut Ganti Rugi Lahan Aksi blokir jalan ini dilakukan karena belum ada kepastian ganti rugi lahan yang digunakan oleh Pemkab SBD. Selengkapnya Ironi! Krisis Terang di Lumbung Listrik Pikirannya kala itu campur aduk, antara penasaran akan manfaat hadirnya listrik dan bahagia karena segera bebas dari cengkeraman gelap gulita... Selengkapnya Gedung SDK Lewur Reyot, Begini Respons Pemkab Mabar Kepala SDK Lewur Berta Andung mengungkapkan, awalnya gedung itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat untuk rumah guru komite. Namun, karena... Selengkapnya Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai 2024, Siapa Paling Layak? Sejumlah nama tersebut diperoleh melalui berbagai macam diskusi bersifat nonformal di berbagai tempat yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat, para... Selengkapnya Paul Jemarus Sedih dan Berlinang Air Mata Setelah Lihat Sebaran Proyek di Manggarai Tahun 2023 Paul menganggap bahwa sebaran alokasi proyek di Kabupaten Manggarai tahun 2023 tidak merata lantaran ada banyak wilayah yang mesti mendapatkan... Selengkapnya
Dampek, Vox NTT- Partai 8 besar Turnamen Bupati Cup VI Manggarai Timur yang berlangsung di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara mulai bergulir lagi setelah sempat diistirahatkan sehari. Dalam pertandingan babak 8 besar itu ada dua tim kecamatan yang sudah memastikan tiket ke semifinal, yakni Rana Mese dan Lamba Leda Selatan. Rana Mese lolos ke semifinal setelah mengalahkan tim tuan rumah Lamba Leda Utara dengan skor tipis 1-0. Sedangkan Lamba Leda Selatan lolos ke semifinal setelah sukses menundukan Sambi Rampas melalui drama adu tendangan penalti. Menariknya, dua tim yang lolos ke semifinal ini merupakan tim yang berstatus runner up grup asal pantai selatan. Meski ajang Bupati Cup VI ini digelar di pantai utara, tim pantai selatan juga ternyata mampu berbicara banyak di tanah orang. Rana Mese yang berstatus runner up grup C berhasil mengalahkan tim tuan rumah yang berstatus juara grup A. Sedangkan Lamba Leda Selatan yang berstatus runner up grup D berhasil mengalahkan juara grup B Sambi Rampas. Lolosnya kedua tim runner up itu diperjuangkan melalui pertandingan dramatis. Mereka pun mampu membalikan prediksi pencinta si kulit bundar. Sebut saja pertandingan dramatis antara Sambi Rampas Vs Lamba Leda Selatan. Banyak para pencinta si kulit bundar lebih menjagokan Sambi Rampas dalam pertandingan itu. Pertama, Sambi Rampas datang dengan status juara grup B. Kedua, Sambi Rampas lebih diuntungkan dari dukungan suporter. Ketiga, Sambi Rampas punya banyak pemain mumpuni yang berkiprah ke luar. Demikian pun tuan rumah Lamba Leda Utara. Pertama, tuan rumah datang dengan status juara grup A. Kedua, tuan rumah bermain di tanah sendiri. Ketiga, tuan rumah didukung dengan suporter yang banyak. Keempat, tuan rumah punya pemain-pemain hebat. Tetapi hasilnya sungguh di luar prediksi. Kedua tim yang berpusat di pantai utara itu harus menguburkan impian mereka melangkah ke semifinal. Pelatih Sambi Rampas, Warka Jaludin mengatakan, pihaknya menerima dengan lapang dada atas hasil pertandingan yang diraih anak asuhnya. Meski belum mampu melangkah ke babak semifinal ia merasa puas dengan penampilan skuad Sambi Rampas di partai 8 besar itu. “Kami sudah menampilkan yang terbaik, kendati hasilnya belum memuaskan. Terima kasih untuk dukungan suporter Sambi Rampas dari awal pertandingan sampai pada hari ini. Semoga di turnamen berikutnya kami bisa tampil yang lebih baik lagi,” kata Warka. Sementara itu, Kapten Sambi Rampas, Kaizz Finanda menyampaikan permohonan maaf untuk seluruh tim dan suporter karena belum mampu membawa tim nya melangkah lebih jauh. “Terima kasih dukungan selama kami bertanding. Para Suporter maaf yah kami belum bisa membawa Sambi Rampas ke babak selanjutnya,” tulis kaizz dalam unggahan storinya. Kontributor Berto Davids Editor Ardy Abba
Kupang, Vox NTT-Empat gadis usia remaja yang baru tamat SMA dari Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur atas nama Lasni, Icha, Aldis dan Ucik harus membayar ganti rugi senilai 6 juta per orang dengan total 24 juta setelah memutuskan tidak mau menjadi tenaga kerja ke Jakarta. Sebelumnya, empat gadis ini direkrut oleh Erny perekrut AKAD PT Setia Prestasi Amandari di Manggarai Timur untuk menjadi ART di Jakarta. Proses perekrutan itu disertai penandatanganan surat kesepakatan dan juga kesediaan serta izin orangtua. Termasuk dengan interview di Nakertrans Kabupaten Manggarai Timur. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Dinas Nakertrans Manggarai Timur, Heman Agas. Salah satu calon AKAD, mengatakan Korwil PT Setia Prestasi Amandari wilayah Manggarai mengaku mereka akan menjadi tenaga kerja di Jakarta dan mendapatkan pendapatan yang bagus. “Dia cerita di kampung nanti dia akan dampingi kami sampai di Kupang sebelum kami pergi ke Jakarta,” ujar salah satu calon AKAD kepada Jumat 09/05/2023 siang. Pada Rabu 7 Juni 2023, empat calon AKAD diberangkatkan ke Kupang melalui Pelabuhan Aimere. “Di Aimere Ibu Erni bilang tidak boleh cerita ke siapa-siapa kalau kami mau kerja di Jakarta. Dia bilang kalau orang tanya kami mau kuliah di Kupang,” jelas Lasty salah satu Calon AKAD. Lasty mengatakan niat mereka untuk kerja pupus karena apa yang disampaikan oleh perekrut dan fakta yang mereka temui di BLK PT Gasindo Buala Sari di Liliba Kota Kupang sangat berbeda jauh. “Ibu Erny cerita kalau sampai di Kupang dia akan temani kami sampai di kirim ke Jakarta,” kata Lasty. Ketakutan Lasty dan tiga teman lainnya bertambah saat mereka dilarang untuk bertemu atau menghubungi keluarga saat mereka berada di BLK Liliba. Saat di penampungan, perekrut kemudian pergi meninggalkan keempat calon tenaga kerja. Empat gadis ini kemudian ketakutan. Mereka kemudian menghubungi keluarga dan hendak kembali ke Manggarai Timur. Pada pukul Wita, bertemu dengan anggota TNI, Rikko ditemani dua anggota Polisi dari Polresta Kupang. Bersama bertemu dengan pemilik BLK di Kantor PT Gasindo Buala Sari di Liliba, Kota Kupang. Pemilik BLK Gasindo Buala Sari tetap kekeh menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengetahui persoalan perekrutan tenaga kerja. Kata dia, pihaknya hanya menerima tenaga kerja berdasarkan data yang dimasukan oleh perusahaan rekanan. Kepala Cabang PT Setia Prestasi Amandari wilayah NTT Maria Sarlina akhirnya mendatangi BLK di Liliba usai dikonfirmasi. Maria mengatakan jika pihak keluarga dan orangtua atau calon AKAD yang batal berangkat harus membayar sebesar 6 juta sesuai dengan surat kesepakatan. “Kalau orangtua atau calon pekerja mau mundur tidak apa-apa hanya ada biaya yang mereka harus bayar, itu termuat dalam surat perjanjian kerja,” kata Maria. Kata dia, penjelasan soal surat tanda tangan kerja sama antarcalon pekerja dan perusahaan itu disampaikan juga ke orangtua. Perekrut yang saat ini berada di Kota Kupang mengaku tidak mau mendatangi Kantor BLK. Dia beralasan jika dalam kondisi tidak enak badan. Menurut Maria biaya sebesar 6 juta itu untuk mengakomodasi seluruh biaya pengurusan berkas dan juga keberangakatan empat Calon AKAD dari Manggarai Timur ke Kupang. Biaya akan menjadi 9 juta per orang jika mereka mengundurkan diri apabila sudah sampai pada lokasi penempatan di Jakarta. Hingga berita ini dirilis, empat calon AKAD dari Manggarai Timur masih berada di BLK Gasindo Buala Sari, Liliba Kota Kupang. Penulis Ronis Natom
Laporan Reporter Robert Ropo BORONG - Pemerintah Daerah Pemda Manggarai Timur menggelar big event atau even besar Festival Kopi Lembah Colol. Festival Kopi Lembah Colol ini resmi dilaunching bertempat di Ruang Rapat Bupati Manggarai Timur, Selasa 6 Juni 2023. Sekda Manggarai Timur Ir Boni Hasudungan Siregar didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Parbud Manggarai Timur Rofinus Hibur Hijau, melaunching Festival ini dengan memukul gong lima kali. Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Boni dalam kesempatan itu, mengatakan, upaya pembagunan pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Baca juga 11 Agenda Akan Digelar dalam Festival Kopi Lembah Colol 2023 di Ulu Wae Matim, Ini Rinciannya Meskipun demikian, ada banyak kritik bahwa dalam pengembangan kepariwisataan, pemerintah lebih fokus pada agregat pertumbuhan ekonomi semata, sementara peningkatan kesejehteraan masyarakat lokal terabaikan. Dalam banyak penelitian ditemukan bahwa agregat pertumbuhan ekonomi tidak selalu berjalan linear dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, praktik penyelengaraan pariwisata juga cenderung tidak memberikan masyarakat lokal ruang untuk ikut berpartisipasi. Dampaknya adalah hak-hak dan kondisi sosial budaya masyarakat lokal tidak terakomodir dalam pengambilan kebijakan. Atas dasar itu, perlu dipikirkan suatu model pembangunan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai basis utama. Salah satu model pembangunan pariwisata yang selaras dengan itu adalah konsep pariwisata berbasis masyarakat. Dalam konsep pariwisata berbasis masyarakat, praktik kepariwisataan dijalankan sepenuhnya dari, oleh dan untuk masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengadopsi konsep pariwisata berbasis masyarakat sebagai dasar dari arah pembangunan pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur sebagaimana yang termaktub dalam misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, terutama pada misi kedua yakni 'Mengembangkan ekonomi unggulan berbasis pertanian organik, pariwisata berbasis komunitas, industri kecil, koperasi dan usaha menengah dan kecil masyarakat'. Sebagai penjabaran teknis dari konsep pariwisata berbasis masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sampai dengan Tahun 2022 telah menetapkan 12 desa wisata. Dari 12 Desa Wisata tersebut, ada dua Desa Wisata yang berada di Kawasan Lembah Colol, yaitu Desa Wisata Colol dan Desa Wisata Ulu Wae. Bupati Agas juga menerangkan terkait sejarah Kopi Colol. Kawasan lembah Colol sejak lama telah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di NTT maupun Indonesia. Pengakuan terhadap kualitas kopi Colol memiliki riwayat historis yang panjang. Pada tahun 1937, Pemerintah kolonial Belanda mengadakan sayembara 'Pertandingan Keboen'. Sayembara ini merupakan kontes perkebunan kopi. Pada ajang tersebut, kopi lembah Colol berhasil keluar sebagai pemenang. Sebagai penghargaan, Pemerintah Kolonial Belanda menghadiahkan Bendera Kerajaan Belanda dan perangkat alat pertanian. Bukti penghargaan berupa Bendera dan perangkat pertanian tersebut masih ada sampai sekarang.
vox ntt manggarai timur hari ini